5 Penyebab Seseorang Sering Tertidur

5 Penyebab Seseorang Sering Tertidur

Mejasakong  – Beberapa dari kita mungkin mengenal seseorang yang ketiduran. Padahal, semalem udah tidur dari jam 8 malem tapi siangnya masih ngantuk-ngantukan. Ngantuk-ngantuk melulu itu memang merisihkan. Apalagi di zaman orang serba harus produktif seperti ini. Mengakibatkan pekerjaan yang seharusnya bisa segera diselesaikan, malah jadi ketunda. Yang gawatnya lagi, kalau sampai gara-gara ngantuk mengakibatkan kecelakaan.

Setelah berkonsultasi dengan Dokter Boyke, gue lalu melakukan sebuah riset. Riset untuk mengetahui penyebab seseorang sering ngantuk-ngantuk. Berikut penyebabnya:

1. Kebanyakan Makan

Kebanyakan makan, sampai kekenyangan, lalu mengantuk, faktanya banyak kita alami.

Soalnya kalau banyak banget makanan masuk ke tubuh kita, maka tubuh membutuhkan insulin dalam jumlah yang sangat besar. Sementara, pankreas nggak bisa memenuhinya. Hingga tubuh pun kelelahan lantaran beban tersebut. Akhirnya tubuh akan memberikan reaksi mengantuk untuk bisa mengolah semua makanan.

Terlebih lagi, semakin banyak makanan masuk, maka semakin berkuranglah kapasitas oksigen yang masuk ke tubuh kita. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kurang oksigen pun bikin kita jadi lelah dan ngantuk.

2. Kurang Gerak

Mayoritas kita itu sekarang kebanyakan duduk di depan laptop ataupun komputer. Mulai dari pelajar, pegawai; baik saat bekerja maupun saat main-main. Kebanyakan duduk itu kebiasaan yang nggak menyehatkan. Apalagi hampir seharian gitu, misalnya selama 8 jam atau lebih.

Kebanyakan duduk, kalau kurang olahraga ataupun aktivitas fisik, bisa mengakibatkan peredaran darah kurang lancar. Sehingga, tidak banyak oksigen yang sampai ke kepala kita. Akhirnya, wajarlah apabila kita sering mengantuk.

3. Kurang Darah

Kurang darah, atau biasa dikenal dengan istilah anemia, jelas mengakibatkan 6L; lemah, lelah, letih, lesu, lunglai, lemas.

Termasuk sering ngantuk, bisa juga itu karena anemia. Soalnya, kekurangan darah kan akan menyebabkan kurangnya zat besi. Sehingga, sel darah merah yang diperlukan untuk membawa oksigen ke jaringan dan organ tubuh pun berkurang, termasuk ke kepala. Akhirnya menyebabkan sering merasa ngantuk.

4. Kurang Minum Air

Defisit cairan, atau biasa dikenal dengan istilah dehidrasi.

Coba Anda cek, seberapa rutin Anda minum air putih? Sayangnya nggak sedikit loh orang-orang spele akan hal ini. Atau sudah tahu, tapi nggak dipraktekkannya. Mereka banget minum air putihnya, malah lebih banyak minum yang lain; seperti misalnya kopi, soda, dan sebagainya. Padahal beda khasiatnya dengan air putih biasa.

Soalnya apabila Anda mengalami dehidrasi, maka:

  • Metabolisme tubuh Anda menjadi kurang optimal sebagaimana seharusnya.
  • Melambatnnya kecepatan jantung mengirim oksigen.
  • Terlebih lagi, bikin Anda menjadi sulit fokus dan berkonsentrasi. Karena kan 85% otak kita terdiri dari air

5. Depressi

Jika fisik tidak ada masalah, mungkin yang jadi masalah adalah psikologinya. Sebagian besar waktu, selain insomnia, tidur yang berlebihan adalah sedikit berbanding lurus terkait dengan depresi. Setelah Anda bangun dari tidur pulas, namun Anda merasa seperti ingin tidur lagi, itu adalah tanda kemungkinan depresi. Tidur memberikan pikiran Anda istirahat sejenak dari perasaan sedih, karena bertindak sebagai candu. Gejala-gejala depresi berbeda dalam setiap individu – beberapa lebih suka melampiaskannya di tempat tidur. Beberapa indikasi lain dari depresi akan kehilangan ekstrim atau mendapatkan kenaikan berat badan dan nafsu makan, perasaan kesepian dan galau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *