12 Jenis Akun Yang Sering Kita Temui Di Sosmed

12 Jenis Akun Yang Sering Kita Temui Di Sosmed

                 Unik – Facebook yang didirikan oleh Mark Zuckerberg pada tahun 2004 kini sudah mencapai 1,59 miliar pengguna di seluruh dunia per Desember 2015 kemarin. Dari jumlah sebanyak itu, rasanya wajar bila ada berbagai macam golongan pengguna salah satu media sosial terbesar di seluruh dunia.

Setelah menggunakan Facebook selama 6 tahun lamanya, saya pun beberapa kali menemukan bahkan sempat berteman dengan berbagai macam jenis penggunanya yang “luar biasa”. Hingga sekarang pun saya yakin kamu masih dapat menemukan beberapa tipe pengguna Facebook di bawah ini.

1. Normal

Golongan ini adalah pengguna Facebook paling umum yang dapat kamu temui. Aktivitas yang mereka lakukan tidak aneh, semua masih dalam batas kewajaran. Memperbarui status secara berkala, mengunggah foto bersama teman, hingga membagikan foto, video, ataupun artikel menarik di linimasa.

Interaksi yang mereka lakukan terhadap pengguna lain (biasanya merupakan orang-orang yang memang sudah dikenal) pun masih terlihat normal, saling membagikan Like, dan berbalas komentar pada status atau foto terbaru teman mereka. Facebook sudah seakan menjadi dunia kedua bagi mereka yang tidak sempat untuk saling bertemu atau berinteraksi secara langsung.

2.Stalker

Bersembunyi di balik anonimitas pada internet, golongan stalker sibuk mengintai targetnya melalui linimasa atau profil Facebook. Mereka biasanya memanfaatkan fitur See First atau Get Notifications untuk menjadi orang pertama yang mengetahui informasi atau status terbaru dari orang yang diintai.

Golongan stalker sering sekali membuka aplikasi Facebook, atau bahkan membiarkannya terus terbuka dan berjalan di browser. Terkadang Stalker menggunakan akun palsu untuk berteman dengan incarannya, kemudian memberikan Like, berkomentar, atau bahkan mengirim pesan pribadi untuk bisa menjadi lebih dekat dengannya. Uh, creepy!

3.Generasi Baby Boomers

Facebook tidak hanya digemari oleh golongan muda saja, ternyata ada lo pengguna Facebook yang berasal dari generasi Baby Boomers. Golongan ini ternyata memiliki stereotip unik ketika menggunakan Facebook.

Biasanya, para Baby Boomers senang sekali mengomentari aktivitas anak-anaknya, atau bahkan meninggalkan pesan pada profil mereka. Teman-teman Facebook golongan Baby Boomers kebanyakan juga berasal dari keluarga mereka sendiri. Nah, apakah kamu kenal orang-orang seperti ini?

4. Alay

Alay
 

Pada suatu titik dalam kehidupan, kita pasti pernah mengalami masa-masa alay. Tak dapat dipungkiri, Facebook juga dipenuhi oleh para golongan peralihan dari anak-anak ke remaja ini. Golongan alay umunya menggunakan nama Facebook yang sulit diucapkan dan biasanya nama tersebut mencerminkan perasaan yang sedang mereka alami.

Para alay yang pernah saya temui juga kebanyakan bermain Facebook untuk mencari teman sebanyak-banyaknya, baik yang sudah mereka kenal sebelumnya atau tidak. Bahkan, saya pernah beberapa kali menemukan satu orang yang memiliki dua bahkan tiga akun Facebook karena daftar temannya sudah penuh mencapai 5000 orang.

5. Penyebar viral

Golongan ini sedikit mirip dengan pengguna yang suka berbagi, tetapi bedanya, si penyebar viral biasanya membagikan foto, GIF, atau video Facebook di linimasa. Konten yang mereka bagikan pun beragam jenisnya. Namun yang pasti, konten tersebut viral dan sedang ramai menjadi pembicaraan orang-orang.

Satu hal yang saya pertanyakan adalah, darimana ia memperoleh konten tersebut? Apakah mungkin ia ternyata merupakan bagian dari sebuah organisasi terstruktur yang hanya menggunakan Facebook untuk membagikan atau membuat sebuah konten menjadi viral saja? Bagaimanapun, berteman dengan golongan ini cukup menghibur lo!

Lihat juga:
Agen Bandarq Terbaik dan Terpercaya ya di KlikQQ 

6.Terlalu sosial

Facebook bisa dikatakan sebagai salah satu platform untuk berbagi, itulah yang membuat layanan buatan Mark Zuckerberg ini menjadi sebuah media sosial. Namun, kamu masih dapat menemukan orang yang terlewat “sosial” ketika menggunakan Facebook. Merekalah orang-orang yang sering sekali memperbarui status, atau mengunggah foto.

Apapun kegiatan yang dilakukan, meskipun itu adalah hal sepele atau kegiatan normal sehari-hari seperti mencuci baju misalnya, mereka selalu memberitahukan kepada teman-teman Facebook miliknya. Golongan ini pun sering sekali membagikan foto-foto apapun yang baru mereka beli, terutama makanan.

7.Gamer

Bermain game di Facebook sempat menjadi sebuah tren. Bagi kamu yang sudah menggunakan Facebook sekitar lima tahun lalu mungkin tahu dengan Pet Society, Zynga Poker, atau Mafia Wars. Sampai saat ini pun, ternyata game Facebook masih digemari dan bahkan ada orang yang menggunakan Facebook untuk bermain game saja.

Pengguna yang termasuk ke dalam golongan gamer ini selalu mengirimkan undangan game ke teman-teman mereka guna mendapatkan in-game item. Tentu saja ini mengganggu orang yang tidak pernah tertarik memainkan game di Facebook.

8.Pedagang online

Meskipun sudah terdapat banyak sekali situs untuk berjualan secara online, namun golongan ini masih menggunakan Facebook sebagai media bisnis mereka. Biasanya, mereka posting barang jualannya di berbagai macam grup Facebook khusus kegiatan jual beli. Masing-masing post bahkan memiliki kalimat yang sama.

Kalau kamu mengintip album foto mereka, terlihat banyak sekali foto-foto barang jualannya. Terkadang mereka juga menyebarkan post berisi aneka promo.

Golongan penjual pada umumnya memiliki banyak teman, bahkan beberapa sudah memiliki hampir 5.000 teman Facebook. Namun, teman-teman mereka kebanyakan adalah para pembeli barang dagangannya supaya dapat berkomunikasi dengan lebih lancar dan melihat informasi tambahan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

9.Cuma punya akun

Golongan ini membuat akun Facebook hanya untuk formalitas saja, biasanya supaya tidak dibilang kuper. Mereka hampir tidak pernah update, baik itu profil, status, mengunggah foto baru, hingga memberikan Like atau komentar. Bahkan saya ragu kalau mereka masih ingat alamat email serta kata sandi akun Facebook mereka.

Well, saya tidak dapat menyebut mereka golongan yang anti sosial. Karena interaksi yang mereka lakukan bukanlah di Facebook, melainkan di dunia nyata. Terkadang, pengguna seperti ini juga seorang silent reader lo. Mungkin mereka hanya malu untuk tampil di dunia maya.

10.Tim sukses perusahaan atau brand

Apakah kamu pernah bertemu dengan pengguna Facebook yang selalu membagikan tautan perusahaan atau brand tertentu? Tautan tersebut bisa berupa promosi, acara, maupun halaman blog perusahaan tersebut.

Jika pernah bertemu pengguna seperti itu, bisa jadi mereka termasuk ke dalam golongan tim sukses perusahaan atau brand. Oh ya, buzzer juga rasanya masuk ke dalam golongan ini ya..

Selain membagikan tautan, biasanya foto profil mereka pun memiliki atribut perusahaan tersebut. Misalnya menggunakan kaus perusahaan, atau sekadar berpose di depan gambar logo perusahaannya.

11.Akun bot

Akun bot

Selain sebagai tempat berjualan, Facebook ternyata juga dapat dikomersialkan dengan cara menawarkan jasa Like menggunakan akun bot. Entah apakah akun ini memang pernah dimiliki oleh orang asli, atau memang sengaja dibuat untuk bisnis “abu-abu” ini.

Ciri-ciri akun bot yang biasa saya temui adalah mereka memiliki profil yang jarang aktif. Terakhir mereka melakukan update status mungkin sudah berbulan-bulan yang lalu. Teman-temannya hanya sedikit, seratus orang pun sepertinya sudah maksimal.

12.Akun palsu

Menurut saya, golongan ini adalah yang paling berbahaya. Berbeda dengan stalker yang hanya mengintai, golongan ini memanfaatkan celah anonimitas untuk menyamar menjadi orang lain kemudian melakukan hal-hal buruk biasanya dengan update status yang berpotensi menjelekkan nama baik orang yang ia tiru.

Tidak jarang akun-akun ini juga melakukan scam. Misalnya, memasang foto wanita cantik kemudian mengirimkan pesan pribadi padamu sambil mengaku kenalan dan berujung meminjam uang. Oh iya, mereka juga dapat menyamar menjadi temanmu lo!

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, lakukan pengecekan ulang dengan mengunjungi profil “teman” kamu tersebut untuk melihat kapan akun tersebut dibuat dan berapa banyak Mutual Friends yang ia miliki. Untuk memastikannya lebih lanjut, hubungi langsung temanmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *